Postingan

DARAH JUANG

Gambar
12 Mei 2008             Sebuah pementasan drama musikal teramat indah di gelar. Hasil garapan para sastrawan dan tokoh muda di Indonesia. Pementasan ini memiliki kesan teramat unik. Dimana sang sutradara berusaha menjadikan penonton ikut serta dalam penokohan.             Pementasan ini sengaja di gelar dengan maksud tertentu. Dimana kekecewaan seluruh pemuda dan sastrawan akan anggapan ketiadaan mereka. Mereka akan membuktikan bahwa mereka juga bisa bersuara, bisa berkarya yang sangat indah, terlebih indah bahkan.             Layakya drama musikal biasanya. Sutradara mengonsep latar dan seting tempat sedemikian rupa. Hanya saja babak yang di tampilkan di tandai catatan waktu yang akan mengukir sejarah Negara Indonesia.             ...

QUR’AN UNTUK BUNDA

Dia bernama vernita, nita begitulah biasanya teman-temannya memanggilnya. Bidadari kecil nan malang, teramat malang bahkan. Semenjak bidadari kecil itu lahir tak lagi memiliki seorang ayah. Sang ayah meninggalkan dia ketia ia masih dalam kandungan. Ledakan tambang minyak itu merenggut nyawa ayah bidadari kecil itu. Sungguh tak terduga ledakan dasyat di lorong itu menjadikan seorang bidadari kecil rela menjadi yatim. Tapi apa mau dikata, urasan ajal bukan kita yang menentukan melainkan kehendak yang di atas. Nita terlahir sempurna. Ia tumbuh menjadi bidadari kecil nan anggun dan cerdas. Tapi sayang duka pun harus ia jumpai lagi. Keadaan ekonomi yang melamah selepas kepergian ayahnya, memaksa sang bunda untuk meninggalkannya, demi kebahagiaan keluargannya kelak. Sang bunda harus memaksakan dirinya berpisah dengan bidadari kecil kesayangannya, dititipkannya bidadari kecil itu pada pondok pesantren. Seberkas cahaya kehidupanpun di titi sang bunda demi menghidupi bidadar...

Catatan HUT STAI BU Tambakberas Jombang Merajut Kebersamaan Meraih Cita dan Merevitalisasi Potensi untuk Mewujudakan Insan yang Kreatif dan Inovatif

Gambar
Mahasiswa sebagai figur perubahan control social diharapkan akan memberikan kontribusi yang riil implementtatif pada kehidupan praksis yang perlu direalisasikan secara optimal dan maksimal,sehingga logika kreatif inovatif, kritis konstruktif   dan edukatif   tidak stagnan. Akan tetapi realitas obyektif,kiprah nilai-nilai kemahasiswaan belum banyak dirasakan menyentuh masyarakat luas. Maka dari ituperlu adanya suatu analisis kritis dan mencari solusi alternative dengan format-format dan nuansa baru untuk melahirkan mahasiswa yang berkepribadian sebagai insan akademis dan insan sosialis dinamis. Berangkat dari tesis itulah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam Bahrul Ulum   Tambakberas Jombang,memandang perlu adanya sebuah media untuk mengaktualisasikan dan mentransformasikan nilai-nilai akademisi yang selama ini kita emban dan kita ciptakan. Sebagai wadah, dalam hal ini BEM STAI BU Tambakberas Jombang menggelar serentetan lomba yang diselenggarakan u...

Kamis, 22 Juli 2010 KOMA; KEGELISAHAN DALAM PESANTREN

Siti Sa’adah* http://forumsastrajombang.blogspot.com/ Tidak ada tindakan nyata lahir dari pikiran kosong, karena lelaku mengusung semangatnya sendiri. Begitulah Pekan Tadarus Sastra yang digagas oleh Komunitas Pena (KOMA) dari ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. KOMA lahir pada 14 Februari 2007 dari kegelisahan para santri mengenai kepenulisan di pondok serta dorongan membentuk wadah untuk menyalurkan kreatifitas di lingkungan pondok. Saat itu sekitar tujuh santri putra yang bergerak, biasanya nongkrong ngopi bersama sambil diskusi serta saling memotivasi untuk berkarya. Saat ini tercatat 35 anggota resmi, diketuai oleh Roihan Arif Prambudi siswa kelas satu MA. Bisa dibilang KOMA cukup berani dengan pemimpin yang relatif muda. Menurut Shomad “sesepuh” komunitas, ini merupakan pengaderan kepada adik-adik junior sekaligus pembelajaran. Adapun agenda rutin KOMA adalah menerbitkan buletin Koma yang digarap secara bergilir tiap edisinya oleh santri putra dan putri. ...

DENGARKAN WAHAI PENGUASA

Gambar
Dengarkan aq wahai penguasa...... telah habis teriak keluh ini..... tapi telingamu,makin kau pekakkan... rasanya aq telah khabisan cara.... untuk meluluhkan baja hatimu.... batunya kepalamu.... kau hanya terdiam... tak mengangguk.. bahkan menggeleng..... apalah arti suma ketenaranmu.... apalah arti penguasamu... sementara tanganmu tak kau gerakkan.. ketika aq teriak sembari mebopong istriku... yang telah pecah ketubannya.....

SURAT UNTUK TUHAN

Sebenarnya Aq ingin mengeluh... tapi aplah guna fikirQ...... semakin dalam isakQ... semakin buncah pula penatQ.... aQ ingin berlari.... memujaMU dengan lantang.... dengan maksud membuyarkan kegundahan ini..... Akhirnya Q putuskan untuk sekedar terdiam.. sembari merasuk relungQ... TUHAN... Inikah yang terbaik bagiQ... inikah goncangan CintaMU... Inikah bukti Rsa sayangMU... TUHAN aku takkan pernah lepas... aQ takkan pernh berlari... dari tanganMu... dari BidikMu... TUHAN aQ hanya ingin kedamaian ... Aq hanya ingin mengarungi hidup dalam bayang-bayang khayal nan indah....