Bun, setelah kepergian bunda meninggalkanku di Pesantren. Bunda tahu nggak apa yang akan kuberikan untukmu setelah citaku terkabulkan. Aku berfikir untuk memberimu sebuah catatan harian semasaku menimba ilmu. Ya, mungkin ini bukan sesuatu yang amat special . Tapi, setidaknya ini akan berarti buatku bun. Karena perjuangan, suka, duka akan kutumpahkan semuanya di situ. Mungkin ketika buku kecil ini sampai di tangan bunda, aku sudah seperti yang bunda harapkan. Atau bahkan, aku telah tiada di kehidupan ini. Juli 2005, aku memulai perjuanganku untuk menjadi manusia yang bisa diandalin; mampu merajut kehidupan dengan keindahan; melumpuhkan kerasnya hidup dengan senyuman. Untuk menuju itu semua, bukanlah sesuatu yang mudah. Mau nggak mau aku harus berproses mulai dari nol, layaknya kupu-kupu: berawal dari seekor ulat menjadi kepompong, kemudian kupu-kupu cantik. Mungkin itu gambaran sederhana menuju keindahan hidup. Tak gampang memang, tapi bukan berarti tak mungkin. Karena aku tak tahu k...
Komentar
Posting Komentar